MyFriendz...Di saat kenyataan tak terjadi sesuai dengan apa yang kuharapkan, aku perlu kepekaan dan hikmat agar bisa meresponi dengan cara yang tepat. Di saat aku diperhadapkan dengan sederet kebutuhan yang perlu aku cukupi, itu tidak selalu berarti cara aku bekerja kurang giat tapi aku harus bekerja lebih giat lagi. Di saat bisnis yang sedang kujalani sekarang tidak kunjung naik, itu tidak selalu berarti "pasar" kurang suka dengan denganku tapi aku perlu atur strategi agar produk atau jasa yang kutawarkan diterima oleh "pasar". Saat tubuhku sakit-sakitan, itu tidak selalu berarti bahwa aku kurang olahraga tapi aku perlu lebih giat lagi dalam berolahraga dan makan makanan yang bergizi.
Kadangkala semua masalah dan tekanan hidup itu terjadi hanya untuk membuat aku rendah hati. Semua masalah itu diijinkan Tuhan hanya untuk mengikis kesombonganku. Hanya untuk membuat aku menanggalkan kekuatan-ku sendiri, sebaliknya menyadari bahwa Tuhanlah satu-satunya penolong dalam hidupku. Selama aku masih merasa diri hebat, Tuhan pun tak akan menolongku. Ditolong pun rasanya percuma, sebab aku akan merasa bahwa diriku ternyata hebat dan akan memunculkan pribadi yang lebih sombong lagi.
Sebab itu pemecahan semua masalahku yang ruwet nan pelik itu kadang sangat sederhana, datang kepada Tuhan dengan rendah hati dan angkat tangan untuk berserah di hadapanNya. Saat kesombonganku sudah terkikis, sangat mudah bagi Tuhan untuk menolong maupun memberkatiku.
So MyFriendz...Masalahnya apakah kita cukup rendah hati untuk berdiam diri di hadapan Tuhan, ataukah sebaliknya kita masih akan terus mencoba keluar dari kemelut itu dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Kalau memang benar semua sudah habis, dan kita berada di titik nol, barulah kita mau minta tolong kepada Tuhan. Apakah itu berarti kita menunggu usaha kita benar - benar bangkrut dulu? Atau menunggu kondisi misalnya pekerjaan kita hilang dan punya status baru, pengangguran...! Atau menunggu dokter spesialis dengan peralatan medis yang paling canggih sudah angkat tangan...? Setelah uang kita terkuras habis, pengalaman kita tak berkutik banyak, dan apa yang kita miliki tak sanggup menolong lagi, barulah kita cari Tuhan. Sebelum Tuhan membawa kita sampai di titik nol untuk mengikis kesombongan kita, alangkah bijaknya kalau kita meresponinya dengan sikap hidup yang benar di waktu yang tepat, bukan...?
Tanggalkan kesombongan kita dan datanglah kepada Tuhan dengan segala kerendahan & ketulusan hati...
“He who is humble is confident and wise. He who brags is insecure and lacking.” - Lisa Edmondson
"It is always the secure who are humble." - Gilbert Keith Chesterton
Be Humble In All Step of Ur Life, MyFriendz...!!!
Kadangkala semua masalah dan tekanan hidup itu terjadi hanya untuk membuat aku rendah hati. Semua masalah itu diijinkan Tuhan hanya untuk mengikis kesombonganku. Hanya untuk membuat aku menanggalkan kekuatan-ku sendiri, sebaliknya menyadari bahwa Tuhanlah satu-satunya penolong dalam hidupku. Selama aku masih merasa diri hebat, Tuhan pun tak akan menolongku. Ditolong pun rasanya percuma, sebab aku akan merasa bahwa diriku ternyata hebat dan akan memunculkan pribadi yang lebih sombong lagi.
Sebab itu pemecahan semua masalahku yang ruwet nan pelik itu kadang sangat sederhana, datang kepada Tuhan dengan rendah hati dan angkat tangan untuk berserah di hadapanNya. Saat kesombonganku sudah terkikis, sangat mudah bagi Tuhan untuk menolong maupun memberkatiku.
So MyFriendz...Masalahnya apakah kita cukup rendah hati untuk berdiam diri di hadapan Tuhan, ataukah sebaliknya kita masih akan terus mencoba keluar dari kemelut itu dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Kalau memang benar semua sudah habis, dan kita berada di titik nol, barulah kita mau minta tolong kepada Tuhan. Apakah itu berarti kita menunggu usaha kita benar - benar bangkrut dulu? Atau menunggu kondisi misalnya pekerjaan kita hilang dan punya status baru, pengangguran...! Atau menunggu dokter spesialis dengan peralatan medis yang paling canggih sudah angkat tangan...? Setelah uang kita terkuras habis, pengalaman kita tak berkutik banyak, dan apa yang kita miliki tak sanggup menolong lagi, barulah kita cari Tuhan. Sebelum Tuhan membawa kita sampai di titik nol untuk mengikis kesombongan kita, alangkah bijaknya kalau kita meresponinya dengan sikap hidup yang benar di waktu yang tepat, bukan...?
Tanggalkan kesombongan kita dan datanglah kepada Tuhan dengan segala kerendahan & ketulusan hati...
“He who is humble is confident and wise. He who brags is insecure and lacking.” - Lisa Edmondson
"It is always the secure who are humble." - Gilbert Keith Chesterton
Be Humble In All Step of Ur Life, MyFriendz...!!!
courtesy: words by Sebastianus, Michael
No comments:
Post a Comment